viewer

Sabtu, 10 September 2016

MANAJEMEN PENGEMBANGAN DIRI. oleh : kak Joko Hartono.

Nama : Rohmatul Hasanah
Prodi : S1 Sistem Informasi
Kelompok : GingerBread
NIM : 16051214013

Manajemen Pengembangan Diri.
Oleh : Kak Joko Hartono.

Bicara tentang pengembangan diri, kita juga harus bisa mengenali diri kita sendiri. Apa yang akan kita kembangkan, jika kita tidak  mengenali diri kita sendiri.

Jika kita tidak melakukan perubahan besar dalam hidup, maka tujuan hidup kita tidak akan berkembang dan hanya akan berkutat dalam satu lingkaran sempit itu saja.

Kita harus tahu, siapa kita sebenarnya. Apakah kita hanya seorang “penonton” yang hanya melihat suatu kejadian? Apakah kita “objek” yang mengalami suatu kejadian? Apakah kita orang “buta” yang tidak tahu dan  tidak mau tahu tentang apa yang terjadi? Atau, seoarang “pelaku” dari suatu kejadian.


Kita harus tahu apa saja kelebihan, kekurangan, peluang, dan hambatan kita. Karena jika kita tidak tahu, apa yang akan kita kembangkan? 
Terkadang kita juga harus mengetahui kelebihan, kekurangan, peluang, dan hambatan orang lain.. Bukan untuk menjatuhkan mereka, tapi untuk mengubah dan memotivasi diri kita sendiri.

Kita harus membuka pikiran kita, karena jika tidak, dan kita hanya berfikir tentang satu hal saja, maka hanya satu hal itu yang akan kita dapatkan.

Setiap manusia yang menginginkan perubahan, harus punya tujuan hidup, dan juga iman sebagai landasan untuk maju.

Sebagai seorang pemenang, kita harus :

-punya tujuan,
-berani mengambil resiko,
-percaya diri,
-punya kemauan yang kuat,
-berpikir positif,
-pantang mneyerah,
-bertanggung jawab.

Jika kita sudah punya tujuan hidup, dan iman sebagai landasan, maka yang harus dilakukan selanjutnya adalah, bekerja keras untuk mengejar peluang dan melalui hambatan.

Jika kita ingin sukses, kita harus melakukannya dengan kekuatan kita sendiri, jangan menunggu dorongan dari orang lain.

Jangan meng-kambing-hitam-kan orang lain, jangan menyalahkan orang lain untuk tujuan yang tidak bisa kita capai. Jangan menyalahkan orang lain, atas kegagalan yang kita buat.

Kunci dari manajemen diri adalah konsistensi, jika kita bertekad untuk melaksanakan suatu hal, maka lakukan hal itu terus menerus. Jangan dengarkan ‘bisikan-bisikan’ yang membujuk kita untuk menyerah dan berhenti melakukannya.

Kita gagal bukan karena kurang mampu atau kurang pintar, tapi karena kurang hasrat, dedikasi dan ketekunan.

Jauhi orang yang selalu mengeluh dan ngerumpi.

Orang mampu : memmbuat keputusan, tindakan, dan perubahan.
Orang tidak mampu : membuat kritik dunia, tidak pernah memberi monumen untuk pengkritik.

Kalau kita selalu mengatakan “saya tidak bisa”, maka tidak heran jika kita terus bertingkah seolah kita tidak bisa. Maka Hndarilah!

Jangan menyimpan racun semacam kalimat “saya tidak bisa” dalam diri kita. Coba ubah kata “tidak” menjadi “pasti”. Anggap itu sebagai sebuah penawar racun. Jika kita menyimpan sebuah racun, maka hancurkan racun itu dg dua buah penawar racun. Lakukan terus menerus sampai racun itu hilang dari dalam diri kita.

Jangan larut dimasa lalu, pandanglah kedepan!

Hari ini adalan KENYATAAN. Kemarin adalah KENANGAN. Dan, hari esok adalah sebuah IMPIAN. Bukan hanya untuk di impikan, tapi untuk diwujudkan.

Perubahan tidak bisa dihalangi, apalagi dihentikan.

Kehilangan yang paling besar adalah kehilangan HARGA DIRI.

Lakukan perubahan mulai sekarang, jangan menunda-nunda untuk sesuatu yang penting.

.
.

Demikian dari saya, mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak sesuai dg maksud yang disampaikan oleh kakak pemateri.
Sekian dan terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar