Nama : Rohmatul Hasanah
Prodi : S1 Sistem Informasi
Kelompok : GingerBread
Nim : 16051214013
WAWASAN KEBANGSAAN.
Oleh : Kak Mahir Dwi Nugroho.
-Bangsa adalah sekelompok orang yang memiliki ‘ikatan’. Bangsa juga memiliki sejarah, tujuan, dan cita-cita yang sama.
-cita-cita bangsa Indonesia adalah, adil dan makmur menurut UUD 1945.
-tujuan bangsa Indonesia adalah;
-melindungi segenap bangsa dan seluruuh tumpah darah Indonesia.
-memajukan kesejahteraan umum.
-mencerdaskan kehidupan bangsa.
-ikut melaksanakan ketertiban dunia.
-adil dan makmur sesuai UUD 1945.
-dahulu Indonesia memerangi penjajah selama 300 tahun, tapi belum juga menuai hasil. Itu terjadi karena perang masih bersifat ke-daerah-an, belum ada rasa persatuan.
-kemudian pada tanggal 28 mei 1908, mulai tetrbentuklah pergerakan nasional. Indonesia telah “sepakat berjuang”. Dilanjutkan 28 oktober 1928, dg lahirnya sumpah pemuda, Indonesia “sepakat satu bangsa”. Tanggal 1 juni 1945, Pancasila terlahir. Dan puncaknya, 17 agustus 1945, indonesia meraih kemerdekaan.
-bangsa Indonesia lahir karena “Bhineka Tunggal Ika”.
-sebagai bangsa indonesia yang baik, kita baiknya berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tapi, kita juga harus menjaga bahasa daerah kita masing-masing.
-Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun belum terolah. Jika kita menjadi presiden suatu negara yang mengalami krisis, apa yang akan kita lakukan? Mengingat indonesia memiliki SDA yang melimpah, mungkin kita akan mengajukan kerja sama, atau apapun itu yang menguntungkan kedua pihak. Namun, jika seandainya Indonesia menolak, apa yang akan kita lakukan? Rebut SDA Indonesia yang ada. Mungkin begitu jalan keluar yang dipilih.
-bentuk sebagian masyarakat kita adalah “otoriter”, sebagian dari kita mulai tidak menyayangi bangsanya sendiri, dan secara tidak sadar membawa banga kedalam kehancuran.
-proxy war => konfrontasi yang menggunakan peran pengganti.
-masuknya kultur asing, merusak tata nilai nasional.
-perubahan karakter anak bangsa menjadi anarkis dan otoriter, banyaknya budaya negatif yang ditiru, dan berubahnya pola pikir, juga bisa merusak tata nilai nasional.
-ketika kita berniat untuk mengubah negara kita, BERCERMINLAH! Sudahkah kita mengubah diri kita sendiri? Sudahkah kita menjadi teladan bagi orang lain? Sudahkah kita menjadi orang yang “benar”?
Jadi, jangan tanyakan “apa yang telah negara berikan pada kita?” tapi, tanyakan “apa yang telah kita berikan pada negara?”
Perubahan harusnya dimulai dari diri sendiri, barulah kita bisa menggubah lingkungan sekitar.
“ajarkanlah kerja keras. Bukan kekerasan.”
Seperti para pahlawan yang bekerja keras demi memperjuangkan kemerdekaan kita. Walaupun banyak dari mereka yang gugur tanpa sempat menikmati hasil kerja keras mereka.
#InformatikaUnesa
#dulurTI2K16
Tidak ada komentar:
Posting Komentar